DKI Pelajari Pembagian Jaminan Proyek Monorel

Jum'at, 11 Agustus 2006 | 14:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah DKI Jakarta masih mempelajari pembagian jaminan resiko yang diajukan oleh PT Jakarta Monorail (PT.JM). "Sudah terima, sedang dipelajari," kata Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, di Jakarta hari ini.

PT JM mengajukan dana cadangan dari pemerintah provinsi DKI untuk penjaminan 50 persen dari jumlah minimum target penumpang perhari, yakni sebanyak 160 ribu. Jadi, dana cadangan yang dibutuhkan sekitar Rp 220 miliar.

Sutiyoso menambahkan dana cadangan itu belum tentu terpakai. Meski begitu pemerintah memang layak memberikan subsidi kepada masyarakat terkait masalah transportasi.

Sutiyoso mengatakan angka yang diajukan itu masih dihitung oleh pakar. Bila dipenuhi, pemerintah akan mengajukannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sedangkan soal rencana Dubai Islamic Bank yang akan menggunakan surat jaminan resiko untuk menjual obligasi di Timur Tengah, Sutiyoso angkat bahu. "Informasi dari mana itu, saya belum mendengar," katanya singkat.

Proyek monorel meski masih dikerjakan pondasinya oleh Jakarta Monorail, masih terhambat masalah pendanaan. Dubai Islamic Bank yang berencana menggelontorkan dana sebesar US$ 650 juta masih menunggu jaminan resiko dari pemerintah Indonesia.

Pemerintah sendiri masih mengklarifikasi beberapa perhitungan finansial dan target penumpang.

Terhambatnya proyek itu sempat membuat Sutiyoso berang dan berencana memutus kontrak dengan Jakarta Monorail. Bahkan dia ingin melelang proyek tersebut atau mengajak konsorsium sepuluh BUMN dan lima perusahaan yang mengerjakan proyek subway untuk ikut mendanai proyek tersebut.

INDRIANI DYAH






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: