Dokter Pastikan Kepala Syafitri tak Bakal Dipisah

Sabtu, 12 Agustus 2006 | 20:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim dokter Rumah Sakit Pelni Jakarta memastikan tak akan menghilangkan salah satu kepala Syafitri. Sebab, jika salah satu kepala dihilangkan, sebagian badan si bayi akan lumpuh.

Juru bicara tim dokter, Ketut Wilamurti, mengatakan, timnya juga sudah menguji pencernaan Safitri dengan memasukan cairan NaCl (Natrium Klorida) Fisiologis. Tapi, uji coba itu gagal.

Menurut Ketut, cairan itu dimasukan melalui mulut di bagian kepala kiri bayi. Takarannya sebanyak lima belas cc. “Tapi, tubuh bayi kelihatan membiru. Karena itu, kami hentikan,” kata Ketut hari ini.

Hingga kini, si bayi masih tergantung pada pasokan oksigen. Adapun sari makanan hanya diberikan memalui selang infus. “Belum bisa diberikan apa pun lewat mulutnya,“ kata Ketut. Meski begitu, si bayi sudah bisa menangis dan menggerakkan kedua tangan dan kakinya.

Safitri, anak ketiga pasangan Nuryati dan Mulyadi, lahir lima hari lalu melalui operasi sesar. Tim dokter saat ini masih memetakan organ-organ bayi yang tidak normal. Analisis sementara, bayi itu mengalami banyak kelainan, termasuk organ jantungnya.

Untuk memetakan fungsi jantung si bayi, Rumah Sakit Pelni bekerja sama Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Temuan sementara, kadar oksigen yang dihasilkan jantung sangat rendah. Darah bersih dan kotor bersatu dalam jantung. “Itu juga yang menyebabkan bayi sempat membiru,”

Kepala Divisi Penunjang Pelanggan Rumah Sakit Pelni, Rien Yuniantari, mengaku belum mengetahui total biaya perawatan Safitri. Dinas Kesehatan DKI Jakarta berjanji menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan Safitri.

Rudy Prasetyo






Komentar Anda

Kirim