Badan Regulator Air Khawatirkan Operator Baru
Rabu, 16 Agustus 2006 | 16:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan regulator air mempertanyakan kemampuan dua investor baru yang akan menjadi pengelola usaha air di Jakarta.
"Keduanya tidak memiliki latar belakang dalam mengelola air dan itu dapat merugikan konsumen," kata Achmad Lanti, Kepala badan Regulator, hari ini.
Pernyataan ini disampaikan terkait dengan penjualan 49 persen saham Palyja, operator air di Jakarta, kepada Astratel dan Citigroups pada 26 Juli. Menurut Lanti, ke anak perusahaan Astra dijual 30 persen.
“Sedangkan 19 persen untuk anak perusahaan Citibank," ujarnya.
Pada 3 Agustus, Thames PAM Jaya malah menjual seluruh sahamnya kepada Aquatico dan Alberta. "Penjualan saham keduanya tidak transparan, karena kita tidak tahu harga yang harus dibayar," ungkap Lanti.
Dia minta agar Departemen Pekerjaan Umum melakukan uji kelayakan bagi kedua investor baru tersebut. Jika tidak lolos, Pemerintah Provinsi dapat menolak transaksi itu.
YUDHA SETYAWAN





