Karyawan Rumah Sakit Keracunan
Rabu, 16 Agustus 2006 | 17:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 55 karyawan rumah sakit Qadr, Karawaci, Tangerang, keracunan kue.
Para korban adalah tenaga medis, perawat, bagian teknisi dan administrasi rumah sakit. Hingga saat ini, masih ada korban yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Menurut Aep Saefullah, seorang korban, peristiwanya bermula dari seminar: Sosialisasi Penanganan Bencana Gelombang III” yang berlangsung di aula rumah sakit itu, kemarin sore.
Peserta mendapat konsumsi berupa empat kue dalam kotak yang dibagikan panitia. “Setelah makan tiga jam, terasa pusing, mual dan muntah,” ujar Aep yang ditemui di rumah sakit. “Perut perih rasanya seperti diiris-iris.”
Keracunan tidak saja dialami oleh puluhan karyawan yang mengikuti seminar. Namun, 12 orang anggota keluarga mereka ikut kena dampaknya. Maklum, ada karyawan yang membawa pulang makanan itu.
“Saya makan kue yang dibawa oleh istri saya,” kata Aep. Beruntung, dua anaknya tidak ikut mengonsumsi.
Ahmad Faisal, korban keracunan lainnya, mengatakan dia dan rekan-rekannya tidak menduga jika kue yang mereka makan itu membawa bencana. “Ini adalah yang ketiga kalinya kami makan,” kata dia.
Menurut Faisal, sekitar 70 karyawan rumah sakit itu mengikuti sosialisasi penanganan bencana. Di tengah acara, mereka dibagikan kue kotak. Sebagian peserta langsung memakan, sebagian lagi membawanya pulang.
Pada Pukul 20.00 WIB, korban mulai berjatuhan dan dilarikan ke rumah sakit Qadr. Hingga pukul 01.00 WIB, secara beruntun korban dilarikan ke rumah sakit.
Delapan orang krisis, karena mengalami dehidrasi tinggi. Kebanyakan mengeluarkan cairan. Para pasien diberi infus dan obat-obatan. Setelah kondisi membaik, malam itu langsung diperbolehkan pulang.
Yohendri Johan, dokter rumah sakit Qadr mengatakan keracunan itu dialami hampir sebagian karyawan rumah sakit. “Tapi peristiwa ini tidak sama sekali mengganggu pelayanan rumah sakit,” katanya.
Dari 70 peserta seminar, kata Johan, 55 orang keracunan. Sebanyak 43 di antaranya adalah karyawan rumah sakit dan 12 orang anggota keluarganya.
JONIANSYAH





