Warga Minta Pangkalan Truk Ditutup
Senin, 21 Agustus 2006 | 19:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Warga Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, meminta 18 pangkalan truk pengangkut peti kemas di Jalan Marunda Baru, Cilincing, ditutup. Pasalnya, menurut warga, truk-truk itu merusak dan memacetkan jalan.
"Ini jalan lingkungan," kata Nanang Suhadi, 50 tahun, warga RT 01/03, hari ini.
Jalan selebar 5 meter itu, menurut Nanang, termasuk jalan kelas 4 yang hanya boleh dilalui mobil pribadi dan angkutan kota. Sedangkan truk yang melewati jalan itu bisa memiliki bobot hingga 10 ton. "Akibatnya jalan rusak," kata Nanang.
Menurut warga, pangkalan truk itu pun menyalahi peruntukan lahan. Izin dari kelurahan, lahan itu untuk kantor, bukan untuk pangkalan truk.
Jalan menuju pangkalan itu berjarak 10 kilometer dari Raya Cakung Cilincing. Untuk mencapainya, truk dan warga harus melalui markas TNI Angkatan Laut Marunda.
Tapi, TNI membatasi truk. Truk hanya boleh melalui jalan di depan markas, yang merupakan akses satu-satunya menuju garasi, pukul 9 malam hingga pukul 5 pagi.
Akibatnya, setiap pagi jalan itu pasti macet. Sebab, ada sekitar 500 truk yang keluar hampir bersamaan. Karena itu, juga meminta pihak Angkatan Laut mengubah batas larangan waktu lewat truk menjadi pukul 9 malam hingga pukul 9 pagi.
Reza Maulana





