Pembantu Dianiaya Hingga Retak Tulang Leher
Minggu, 27 Agustus 2006 | 23:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang pembantu rumah tangga asal Grobogan, Jawa Tengah, mengalami patah tulang leher dan hidung. Supanti, 17 tahun, mengaku dianiaya majikannya, FM dan AS, warga Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan.
"Majikan perempuan mengancam akan membunuh keluarga saya di kampung, jika saya melaporkan penganiayaan ini," kata Supanti kepada wartawan, ketika melaporkan penganiayaan itu ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Sabtu malam ini.
Supanti yang diambil majikannya dari sebuah yayasan di kawasan Pancoran Mas, Depok, sudah bekerja selama tujuh bulan. Selama itu pula, dia mengaku sering dianiaya jika telat bangun pagi.
Saban hari, Supanti diwajibkan bangun pagi pukul 03.40 WIB. Tapi, kadang dia bangun kesiangan, sekitar pukul 4 atau 5 WIB. “Telat sedikit, pasti dianiaya," kata Supanti.
Biasanya, sang majikan memukuli Supanti dengan perkakas rumah seperti sapu dan gunting. Kalau tak ada pemukul, si majikan kadang menendang Supanti. Akibatnya, Supanti menderita patah tulang leher dan hidung. Wajh dan tubuhnya pun lebam-lebam.
"Hasil visum Rumah Sakit Pertamina menunjukkan keretakan di tulang leher dan patah hidung," ujar Gimano, perwakilan yayasan yang mengantar Supanti melapor ke polisi.
Tak hanya mendapat siksaan. Supanti awalnya dijanjikan upah Rp 300 ribu per bulana. Tapi, ia mengaku hanya dibayar Rp 500 ribu selama tujuh bulan bekerja.
Wahyudin Fahmi





