Depok Menolak Gelandangan
Minggu, 17 September 2006 | 22:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial kota itu menciptakan iklim tak nyaman bagi para gelandangan dan tuna wisma. Caranya, melakukan penertiban dan himbauan agar masyarakat tak memberikan uang receh kepada mereka.
"Dengan sendirinya mereka akan pindah," ujar Walikota di Depok hari ini.
Data Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Depok menyebutkan jumlah gelandangan pengemis tahun 2005 lalu mencapai 380 orang, sedangkan anak jalanan 260 orang. Berdasarkan pengalaman, gelandangan dan anak jalanan bertambah menjelang hari raya Idul Fitri.
ENDANG PURWANTI





