Wartawan Dilaporkan Memeras
Rabu, 20 September 2006 | 22:13 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Kepala Sekolah Dasar Negeri Kebon Besar II, Batu Ceper, Kota Tangerang, Suharti Roswati melaporkan Jontara yang mengaku wartawan harian umum Perjuangan ke polisi dengan tuduhan pemerasan.
Suharti mengaku Jontara dan rekannya telah melakukan pemerasan terhadap dirinya sebesar Rp 8 juta. Kedua wartawan itu secara terus-terusan meminta uang meski telah diberi sesuai yang mereka minta.
"Mereka terus mendatangi sekolah dan rumah saya," ujarnya kepada wartawan, di kantor humas Pemerintah Kota Tangerang, siang ini.
Suharti yang didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batu Ceper, Sanif, menuturkan kedua wartawan yang bernama J dan D yang mengaku dari media mingguan itu pada Senin lalu mendatanginya di kantor. Awalnya datang ke sekolah untuk konfirmasi seputar tingginya biaya buku paket di sekolah itu.
“Informasi itu mereka dapat dari rubrik pesan pendek di harian lokal edisi 5 September lalu," kata Suharti.
Suharti menjelaskan kepada kedua wartawan tadi masalahnya telah diselesaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batu Ceper. "Sudah tidak ada masalah lagi," katanya.
Meski sudah mendapat penjelasan, kedua wartawan tadi terus memburu Suharti dan meminta uang Rp 8 juta. "Mereka meminta dan dan memaksa saya untuk memberikan uang itu," kata Suharti.
Karena merasa pusing dan tertekan, Suharti menyanggupi memberikan Rp 1,5 juta. "Namun kedua wartawan itu tetap memaksa," katanya.
Pada Rabu, 13 September, mereka datang lagi ke sekolah dan mendesak Suharti memberikan uang Rp 8 juta. Rencananya, siang itu Wali kota Tangerang Wahidin Halim berkunjung ke sekolah untuk meninjau proyek 221 sekolah.
“Saya merasa takut dan stres, akhirnya uang itu saya berikan di rumah dinas saya,” ungkap Suharti.
Namun, pada Jumat pagi, 15 September, kedua orang itu mendatangi Suharti di sekolah dan meminta uang lagi. Suharti lari ketakutan dan melaporkan masalah ini ke Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batu Ceper.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batu Ceper, Sanif mengakui jika masalah tingginya harga buku paket di sekolah itu telah diselesaikan antara sekolah dan para orang tua wali murid. "Saya juga sudah menegur ibu Suharti tentang masalah ini," kata Sanif.
Secara terpisah, Jontara yang dituding membantah telah melakukan pemerasan. Menurut dia, dia menerima uang dari Suharti sebesar Rp 4 juta. "Itu diberikan dengan ikhlas tidak ada unsur paksaan," katanya.
Jontara mengatakan uang itu diterima dan dibagikan kepada tiga temannya. Salah satunya dari lembaga swadaya masyarakat.
"Uang itu diberikan agar kasus ini tidak diberitakan, ini bukan sogokan," kata Jontara menirukan ucapan Suharti saat itu.
Bahkan, kata Jontara, Suharti berpesan agar banyak membantu orang yang dalam kesusahan.
JONIANSYAH
TOPIK
Komentar Anda
- wartawan memeras
wartawan seharusnya memiliki dan menanamkan kode etik wartawan untuk bekerja sesuai dengan tujuan dan lingkup pekerjaannya bukan main peras kepala sekolah yang bary terima dana BOS
Pengirim : rini di bekasi





