Pasokan Minyak Tanah ke Bogor Tersendat

Rabu, 27 September 2006 | 22:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Permintaan minyak tanah selama Ramadhan di Bogor meningkat. Tapi, pasokan minyak tanah ke wilayah penyangga Jakarta itu tak lancar. Akibatnya, tak hanya pembeli yang kerap mengantre di agen minyak tanah. Pengecer minyak tanah pun ikut menanti giliran.

Antrean misalnya kerap terjadi di agen minyak tanah milik Iyus Ruswadi, di Jalan Kapten Yusuf, Ciomas, Bogor. Hari ini saja, ada puluhan pengecer minyak tanah yang antre, mulai dari pedagang minyak keliling sampai pemilik warung.

Agar semua pengecer mendapat bagian, Iyus membuat aturan: setiap pengecer dijatah maksimal 100 liter. “Sudah sebulan pasokan minyak tanah tak lancar,” kata Iyus.

Dalam sepekan, Iyus biasanya mendapat dua kali kiriman minyak tanah. Tapi, akhir-akhir ini, hanya satu kali kiriman. Sekali pengiriman sebanyak 5.000 liter. “Biasanya habis dalam setengah hari,” kata Iyus.

Karena pasokan tak lancar, harga jual eceran minyak tanah pun naik. Yana, seorang pedagang minyak keliling, mengatakan, biasanya ia menjual minyak tanah Rp 2.500 per liter. Tapi, karena minyak susah didapat, ia menaikkan harga jadi Rp 2.700 per liter.

Deffan Purnama






Komentar Anda

Kirim