Mahasiswa Papua Mogok Makan di Kedubes Amerika
Kamis, 28 September 2006 | 12:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 20 mahasiswa Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (FPPRPB) melakukan aksi mogok makan di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, sejak pukul 09.00 pagi tadi. Mereka menuntut penarikan anggota TNI/ Polri non organik dari Papua.
Sisco, 25 tahun koordinator aksi yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing di Bandung mengatakan aksi ini dilakukan sehubungan dengan peristiwa tewasnya dua warga negara Amerika dan satu warga negara Indonesia di mil 62-63 Timika Papua pada 30 Agustus 2002 silam.
Buntut dari kasus itu, 7 warga sipil ditangkap 1 Januari lalu. Isak Onawame, Yairus kiwak, Agustinus, Julius Angaibak, Esau Onawame, Ardi Sugumol, Anton Wamang dituduh sebagai pelaku penembakan itu.
Kini, kasus itu sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. "Mereka didakwa bersalah dan diancam hukuman seumur hidup," kata Sisco.
Peserta aksi mogok makan itu terdiri dari lima perempuan dan tiga pria. Mereka adalah mahasiswa yang kuliah di Jawa dan Bali. Demo direncanakan berakhir Selasa (2/10) mendatang.
Menurut Sisco, tuntutan lainnya adalah menuntut agar anggota TNI Polri menghentikan penyisiran mahasiswa Papua di Jayapura, dan penarikan surat komando yang berbunyi, "Tembak di tempat bagi aktivis mahasiswa Papua. "
Akibat penyisiran itu, kata Sisco, saat ini lebih dari 1000 Papua bermukim di hutan, paska kasus demo Freeport, 16 Maret 2006 di Jayapura yang menewaskan dua anggota Polri dan satu anggota TNI. "Kondisi teman-teman yang berada di hutan sangat memprihatinkan," ujarnya.
REH ATEMALEM SUSANTI





