"Operasi Najla Berjalan Sesuai Sekenario"
Sabtu, 30 September 2006 | 02:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim dokter Rumah Sakit Thamrin Jakarta menyatakan operasi Najla Mutia, bayi dengan usus terburai, berhasil sesuai skenario. Bahkan, operasi yang diperkirakan berlangsung dua sampai tiga tahap, ternyata bisa tuntas dalam satu tahap.
“Jika tidak ada masalah seperti infeksi, tidak perlu operasi lannjutan,” kata ketua tim dokter Darlan Darwis di depan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Thamrin Minggu dini hari.
Najla masuk ruang operasi Sabtu pukul 21.30 WIB. Bayi pasangan Ayubi Nasution dan Tutriningsih itu baru keluar dari ruang operasi Minggu pukul 01.00. Saat dibawa keluar, Najla tampak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Anggota tim dokter Catur Suzantra Sutisna (spesialis bedah) mengatakan, usus keluar lewat lubang selebar sekitar dua senti meter di sebelah kanan pusar si bayi kelahiran Selasa lalu itu.
“Kami coba eksplorasi kelainan apa yang terjadi,” kata Catur. Ternyata, ada beberapa beberapa titik perlengketan dan penyempitan pada bagian usus yang terburai. Dokter memotong sekitar 15 senti meter usus Najla, lalu menyambungkan kembali dengan cara menjahit ususnya.
Dalam operasi laparatomy explorativa (bedah perut) itu, lubang perut Najla sempat dibuka lebih lebar. Itu untuk memasukkan usus yang terburai—sebesar kepalan tangan orang dewasa dengan panjang sekitar 50 senti meter. Setelah ususnya masuk, kulit perut Najla ditutup lalu dijahit.
Menurut Catur, kasus seperti Najla tergolong langka. Rasio kasusnya tak lebih dari dua dalam 10 ribu bayi lahir normal. “Risikonya sangat besar. Tingkat keberhasilan operasi hanya 50 persen.” Infeksi, kata Catur, menjadi kendala terbesar dalam operasi serupa.
Meski operasi berjalan lancar, menurut Darlan, kondisi Najla belum sepenuhnya stabil. “Dia masih harus dibantu alat pernafasan.”
Tim dokter akan terus mengawasi kondisi si bayi dalam waktu 3 x 24 jam. Setelah itu, dokter baru memutuskan apakah Najla masih harus memakai selang infus atau sudah bisa memakai saluran pencernaannya.
Reh Atemalem Susanti





