Anggaran Operasional Dipangkas Rp 31 Miliar

Selasa, 03 Oktober 2006 | 01:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta memutuskan hanya mengurangi dana operasional busway Rp 31 miliar, dari rencana Rp 80-100 miliar.

"Sudah tidak bisa dikurangi lagi," kata Muhayar, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, di kantornya kemarin.

Perincian pengurangan itu adalah Rp 17 miliar dari anggaran pembayaran feeder, belanja pegawai, dan belanja modal. Sisanya, Rp 14 miliar, dari pengajuan efisiensi yang pernah diajukan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta ke Badan Perencana Pembangunan Daerah DKI Jakarta.

Pengurangan sebesar itu membuat pengajuan anggaran busway dalam anggaran belanja tambahan tahun ini yang awalnya Rp 230 miliar menyusut menjadi Rp 199 miliar.

Muhayar mengatakan dengan perkiraan pendapatan Rp 128 miliar, besaran subsidi masih berada di angka Rp 71 miliar atau setara dengan Rp 1.775 per penumpang. Asumsinya, jumlah penumpang hingga akhir tahun 40 juta orang.

Subsidi ini masih lebih besar dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 150 per penumpang. Pada saat itu bus Transjakarta hanya beroperasi di koridor I (Blok M-Kota).
Besarnya subsidi ini membuat Muhayar mengusulkan perlu adanya evaluasi sistem internal. "Karena subsidi bisa lebih besar lagi, bisa jebol."

Sistem yang dimaksud di antaranya sistem tiket dan transparansi pelaksanaan tender. Ia mengaku selama ini DPRD tidak pernah dilibatkan. "Kalau tidak (terbuka), tahun depan tidak akan diberi subsidi lagi," katanya mengancam.

Muhayar berharap tahun depan koridor III-VII sudah beroperasi. Pada saat yang bersamaan sistem tarif juga sudah diubah dari sistem satu tarif untuk semua tujuan menjadi tarif berdasarkan jarak tempuh penumpang.

Menyikapi hitung-hitungan DPRD, Bambang Warjito, Direktur Utama BLU Transjakarta, mengatakan belum mengetahuinya. Menurut dia, bila itu sudah menjadi keputusan, mereka akan melaksanakan serta melakukan penghematan, seperti meniadakan kegiatan yang sudah diajukan anggarannya, semisal monitoring kendaraan.

"Lainnya kami belum tahu. Akan kami lihat lagi mana yang bisa dikurangi," katanya kepada Tempo melalui sambungan telepon kemarin.

Sebelumnya, pada Rabu pekan lalu Transjakarta menyatakan hanya mampu menghemat anggaran Rp 12,9 miliar. Saat itu Manajer Sarana dan Prasarana BLU Transjakarta Taufik Adiwiyanto mengatakan anggaran yang dapat dikurangi adalah anggaran feeder, belanja modal, serta gaji honor dan tunjangan.

INDRIANI DYAH | REH ATEMALEM SUSANTI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim