Depok Ingin Bangun Kawasan Menara Telekomunikasi
Rabu, 04 Oktober 2006 | 17:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah kota Depok mempertimbangkan pembangunan menara telekomunikasi bersama yang diajukan oleh sebuah investor lokal. Investor menawarkan agar menara telekomunikasi di kota Depok dibangun dalam satu kawasan seperti di Batam.
Kepala Bidang Dinas Tata Kota dan Bangunan kota Depok, Diah Irwanto mengatakan, tawaran investor tersebut akan dipertimbangkan oleh pemerintah kota. Sebabnya, dari segi tata ruang kota, pembangunan menara telekomunikasi secara spasial oleh operator, mempengaruhi tata ruang kota yang kian padat.
"Lebih efektif dijadikan satu," kata Diah kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon selulernya, hari ini.
Sumber Tempo di seksi Penataan Ruang, Bidang Tata Kota, Dinas Tata Kota dan Bangunan mengatakan jumlah menara telekomunikasi di kota Depok mencapai ratusan. Menara ini banyak dibangun di Kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Cimanggis, Kelurahan Cinere, Kecamatan Limo, dan Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji.
Menurut data seksi penataan ruang, permohonan ijin pembangunan menara telekomunikasi mencapai 70 unit. Sedangkan yang sudah berjalan prosesnya sejumlah 50 unit. Rata-rata operator menyewa dalam jangka waktu 10-20 tahun.
Menara yang banyak dibangun yaitu menara milik operator Telkomsel. Operator lainnya adalah Indosat, Exelcomindo, Bakrie, Siemen, dan Natrindo Telekom Seluler. Saat ini, operator yang sudah bergabung dalam satu menara yaitu Indosat dan Pro XL di Cinangka. Menara bersama lainnya ada di Mekarjaya dengan operator Telkomsel dan Indosat.
Pembangunan menara bersama ini membutuhkan lahan minimal 150 meter persegi dan maksimal 250 meter persegi. Wilayah yang saat ini dimungkinkan untuk pembangunan menara bersama ini adalah Kecamatan Sawangan. Di wilayah ini penduduknya belum padat dan lahan kosong masih tersedia. Selain itu, di Sawangan, masih jarang menara telekomunikasi.
Namun, kata sumber itu, pembangunan menara bersama membutuhkan pertimbangan yang matang. Pembebasan dan penyediaan lahan, pembangunan dan pengelolaan membutuhkan biaya yang sangat besar.
ENDANG PURWANTI





