Depok Perangi Flu Burung
Jum'at, 06 Oktober 2006 | 17:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dinas Pertanian Kota Depok menghimbau masyarakat kota itu terus berperang melawan virus flu burung. Perang itu dilakukan dengan menjaga kesehatan lingkungan sehingga virus tidak menyerang ayam dan membahayakan lingkungan, termasuk menyerang manusia.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Depok, Dedi Sudjadi, mengatakan perang itu perlu sebab hingga kini masih ada kasus kematian ayam karena flu burung di kota itu. “Tiap hari ada laporan ke Tim Penanggulangan Flu Burung,” katanya di kantornya hari ini.
Hingga 22 Agustus 2006, terdapat 474 ekor ayam di kota Depok yang mati dengan gejala medis terinfeksi virus flu burung seperti jengger membiru, dada membiru, dan keluar cairan lendir dari hidung ayam. Dari jumlah tersebut berdasarkan hasil rapid tes 32 ekor ayam dinyatakan positif.
Sedangkan secara serologis, 129 ekor ayam dinyatakan positif flu burung. Selain itu, virus flu burung juga sudah memakan korban dua orang warga di Kecamatan Limo dan Kecamatan Cimanggis.
Dedi mengatakan pemusnahan massal ayam yang hidup dalam radius sekian meter dari ayam positif flu burung dinilai tidak efektif. Pasalnya, saat pemusnahan massal dilakukan, belum tentu ayam yang dimusnahkan tersebut terinfeksi virus.
ENDANG PURWANTI
Topik :






Komentar Anda :