Pelabuhan Kesulitan Berantas Calo

Rabu, 11 Oktober 2006 | 14:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


Administrator Pelabuhan Tanjung Priok Sato M Bisri mengemukakan pihaknya kesulitan memberantas calo di pelabuhan terbesar di Indonesia itu. Sebab keberadaan calo sulit di deteksi. "Saya minta petugas tidak lagi bertindak sebagai calo," ujar Sato, Rabu (11/10).

Sementara itu, Kepala Seksi Pengamanan dan Ketertiban Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok Nafri menyatakan telah meminta bantuan Kepolisian Daerah Metro Jakarta untuk membantu pemberantasan calo. "Kami minta bantuan personel Polda untuk tangkap calo," kata Nafri.

Bantuan personel luar itu guna menangkal keterlibatan personel keamanan pelabuhan, KPLP dan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP), dalam kegiatan percaloan. "Sulit memberantas kalau yang ditangkap adalah teman sendiri," ujar Nafri. Personel Polda ia anggap sebagai "orang luar" sehingga bersih dari berbagai kepentingan dalam percaloan. Menurut Nafri polisi menanggapi positif permintaan ini. "Kami harapkan H-5 sudah bisa mulai razia," kata Nafri.

Reza M

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: