Ekstasi Senilai Rp 3 Miliar Ditemukan di Bandara
Kamis, 12 Oktober 2006 | 03:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Satu kantong plastik hitam berisi 29.428 butir ekstasi ditemukan di sebuah toilet wanita terminal 2D Bandar Udara Soekarno-Hatta, Senin pagi lalu. “Kami masih mencari pemilik barang itu,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Ahmad Riyadi, kemarin.
Pagi itu, sekitar puku 10.00 WIB, seorang petugas kebersihan bandara menemukan kantong hitam terongok di dekat sebuah wastafel toilet yang masih termasuk area umum. Ia lalu melaporkan kantong mencurigakan itu kepada Yopi, petugas jaga di pintu I terminal 2 bandara.
Selanjutnya, Yopi membawa kantong itu ke ruang keamanan bandara. Saat bungkusan plastik hitam itu dibuka, petugas menemukan tiga kantong kertas berwarna biru-putih. Saat kantong kertas itu dibuka lagi, ada 18 bungkusan plastik dengan bobot bervariasi—kebanyakan satu kilogram. Isinya ribuan butir ekstasi berwarna kuning berlogo hati (love).
Petugas keamanan bandara lalu mencoba menguji tablet itu dalam kantong pengetes narkotik (narcotest). Hasilnya, setelah ditumbuk dan dimasukkan ke alat pengetes, butiran yang asalnya berwarna kuning itu seketika berubah jadi biru.
Menurut Ahmad, isi kantong itu semuanya tergolong obat-obatan psikotropika golongan II. Dengan taksiran harga pasaran sekitar Rp 100 ribu per butir, nilai 18 bungkus ekstasi itu sekitar Rp 3 miliar.
Penemuan narkotik dan obat psikotropika di kawasan Bandara Soekarno-Hatta bukan yang pertama. Februari lalu, misalnya, petugas Bea Cukai Bandara menangkap Pao Fu Kuang, warga negara Cina, yang membawa ekstasi sebanyak 33.960 butir.
Kepala Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Besar Guntur Setyanto mengatakan, lolosnya barang-brang haram itu ke kawasan Bandara karena faktor pengawasan yang masih lemah. "Kita sedang memperbaiki sistem pengamanan di Bandara," kata Guntur.
Aksi pelaku meletakkan ekstasi di toilet itu, misalnya, ternyata tak terekam kamera pemantau CCTV. Suratmo, Chief Officher on Duty Bandara, mengatakan, saat ini jumlah kamera CCTV di terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta mencapai 140 unit. Tapi, dari jumlah itu, hanya 93 kamera yang berfungsi. “Sisanya, kondisinya kurang sehat," kata Suratmo.
Ayu Cipta





