Ribuan Kantong Darah Terinfeksi Penyakit Menular
Kamis, 19 Oktober 2006 | 15:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Tangerang menemukan ribuan kantong darah yang teridentifikasi penyakit menular selama satu tahun terakhir ini. Setelah dilakukan uji saring, kantong-kantong darah itu diketahui mengandung penyakit Hepatitis A, B, Sipilis, dan HIV/AIDS.
"Setiap bulan, rata-rata kami menemukan 250-300 kantong darah yang terinfeksi empat penyakit itu," ujar Achmad Shiddiq, Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Tangerang, hari ini. Dalam setahun lebih dari 2500 kantong darah yang mengandung penyakit menular.
Sidiq mengatakan jumlah kantong darah yang diketahui mengandung penyakit menular itu sekitar 10 persen dari total 3000 kantong darah tiap bulannya. "Karena tidak lolos uji saring, kantong darah itu langsung dimusnahkan bersama darah yang kedaluwarsa ke limbah rumah sakit umum daerah Tangerang," katanya.
Menurut dia, kantong darah yang tercemar itu diketahui saat pendonor darah hendak mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah itu dilakukan PMI dengan mendatangi lokasi-lokasi industri. Saat sampel darahnya diperiksa diketahui pendonor itu mengidap penyakit berbahaya dan rawan ditularkan ke tubuh orang lain.
Meski mengidap penyakit, kata Sidiq, PMI tetap melakukan pengambilan darah. Ini supaya tidak menyinggung perasaan si pendonor. Setelah itu, kantong darah dipisahkan dengan darah yang bagus, kemudian dibuang ke limbah RSUD Tangerang melalui pengolahan.
"Untuk pendonor yang diketahui mengidap HIV, kami akan merujuknya ke klinik konseling HIV/AIDS di rumah sakit umum," kata Sidiq. Menurut Sidiq, kantong darah yang terinfeksi HIV banyak ditemukan di lingkungan industri.
PMI Kabupaten Tangerang dalam setahun terakhir ini menerima sekitar 25 ribu kantong darah. Kantong darah berukuran 250 ml dan 350 mililiter itu sekitar 40 persen dialokasikan untuk kawasan Tangerang dan sekitarnya. Sebanyak 60 persen disebarkan di rumah sakit di Serang dan Jakarta Barat.
Joniansyah





