Jalur Puncak Lengang
Sabtu, 21 Oktober 2006 | 17:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbeda dari jalur-jalur mudik lainnya, tiga hari menjelang Lebaran jalur Puncak (Bogor-Cianjur) malah lengang. Hingga pukul 16.00 WIB hari ini, lalulintas di jalur yang biasanya macet saban akhir pekan itu masih lancar.
Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Cianjur, Komisaris Rusman, mengatakan, tahun ini jalur Puncak tidak menjadi jalur utama arus mudik. Sebab, pemakai jalan dari arah Jakarta atau sebaliknya beralih ke jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). “Kalupun ada yang lewat, itu pemudik lokal,” kata Rusman.
Berdasarkan pantauan di Pos Pengamanan Puncak Pass, Cianjur, kendaraan pribadi termasuk sepeda motor hanya satu-dua yang melintas. Bus-bus antarkota pun masih leluasa melaju. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, sejak tujuh hari menjelang Lebaran bus tujuan Jakarta atau sebaliknya dilarang melewati jalur Puncak.
Kemacetan lokal hanya terjadi di dekat Pasar Cipanas, sekitar 100 meter dari Istana Cipanas. Tapi, itu bukan karena padatnya arus mudik, melainkan karena pasar tumpah dan dan banyaknya angkutan kota yang menunggu penumpang di sembarang tempat.
Meski jalur Puncak sepi, Rusman mengimbau pengemudi berhati-hati. Sebab, di jalur ini banyak titik rawan kecelakaan. Msialnya, di ruas Puncak Pass-Ciloto-Hanjawar. Di sini, ada penyempitan jembatan, tikungan tajam, jalan bergelombang, tikungan ganda, turunan tajam, dan keluar masuk kendaraan.
Jalur rawan kecelakaan lainnya ada di ruas Coolibah-Simpang-Cibodas-Cikanyere. Di jalur ini arus lalu lintas padat, karena banyaknya angkutan kota dan perpotongan arus.
Dari Pasar Cipanas hingga Tapal Kuda (Kecamatan Cugenang), pengemudi pun perlu waspada. Sebab, di sepanjang jalur ini banyak tikungan tajam, angkutan kota yang berhenti mendadak, dan pasar tumpah.
Deden Abdul Aziz





