Nyekar Menurun, Pedagang Bunga Gigit Jari

Selasa, 24 Oktober 2006 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jumlah peziarah di Taman Pemakaman Umum Penggilingan, Jalan Layur, Jakarta Timur, di Idul Fitri 2006 menurun dibanding tahun lalu. Akibatnya pedagang kembang pun gigit jari karena keuntungan tak lagi berlipat sebanyak dulu.

"Separuhnya saja belum sampai," kata Yuli, 24 tahun, pedagang kembang di sana. Menurutnya, tahun lalu dia bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 500 ribu.

Wiji, 48 tahun, pedagang kembang lainnya, khawatir kembang yang telah diborongnya tidak habis terjual. "Saya sudah beli sebanyak Rp 2,5 juta, tapi sudah lewat tengah hari separuhnya saja belum laku," katanya dengan nada sedih.

Kembang yang tidak laku sulit untuk dijual di hari berikut karena akan layu.

Edi 15 tahun pembersih makam, juga mengeluhkan sepinya pengunjung yang nyekar ke pemakaman itu. Menurutnya, selama tiga hari lebaran tahun lalu dia bisa meraup penghasilan Rp 150 ribu. Uang itu merupakan pemberian peziarah atas jasa dia membersihkan makam. "Tapi sekarang baru dapat Rp 35 ribu," kata Edi.

Tempo menyaksikan sepinya makam juga ditandai dengan lowongnya lahan parkir untuk kendaraan roda empat di komplek pekuburan itu. Lebaran tahun-tahun sebelumnya, sulit untuk mendapatkan tempat parkir di sana.

REZA MAULANA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim