Mahasiswi Gagalkan Pencopetan
Minggu, 29 Oktober 2006 | 22:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mahasiswi sebuah akademi swasta di Jakarta, Tina, 19 tahun, menggagalkan aksi seorang pencopet telepon seluler di pertigaan Jalan Sulawesi dan Jalan Enggano, Jakarta Utara, hari ini.
Kejadian bermula saat Tina yang baru saja tiba di Jakarta kembali setelah pulang ke kampung halamannya di Subang, Jawa Barat, turun dari bis kota nomor 43 jurusan Kampung Rambutan-Tanjung Priok. Saat turun di pertigaan Jalan Sulawesi dan Jalan Enggano atau yang dikenal dengan daerah Simpang Mambo itu, Tina berdesakan dengan penumpang lain. "Tiba-tiba HP (telepon seluler) saya tidak terasa di kantong," kata Tina kepada Tempo di Kantor Kepolisian Resor Jakarta Utara.
Saat menoleh ke arah penumpang lainnya, Tina mendapati ponsel jenis Philips Xenium 9291 miliknya berada di tangan pria tak dikenal. Pria itu berusaha ambil langkah seribu, tapi Tina langsung berteriak maling sambil mengejar laki-laki tersebut. "Warga awalnya diam saja, tapi saya terus kejar sambil teriaki (maling)," kata Tina.
Sebuah angkutan kota Koperasi Wahana Kalpika memepet pria tadi sehingga Tina beserta warga tidak kesulitan membekuknya. Warga kemudian menghujani pria tersebut dengan pukulan dan tendangan. Akibatnya, pria tadi babak belur dan sempat tak sadarkan diri. Tina memohon warga tidak main hakim sendiri dan menyerahkan pria pencopet itu ke kantor polisi.
Sesampainya di kantor polisi, pria yang bernama Samsudin, 45 tahun, itu mengaku menyesal telah mencopet. "Saya kepepet, butuh uang," kata warga Rawa Badak, Jakarta Utara, itu. Kini ia beserta barang bukti berupa telepon seluler seharga Rp 1,95 juta itu ditahan Polres Jakarta Utara.
Reza Maulana





