Elpiji Langka di Depok
Senin, 30 Oktober 2006 | 00:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Elpiji di Kota Depok beberapa hari terakhir mulai langka. Hal itu terjadi karena Pertamina membatasi pasokan bahan bakar gas elpiji ke wilayah penyangga Jakarta itu.
Ma'sum, petugas di stasiun pengisian dan pengangkutan elpiji milik PT Giga Intrax, Sawangan, Depok, mengatakan, pasokan elpiji berkurang sejak sepekan setelah puasa. Biasanya, PT Giga mendapat pasokan 60-70 ton sekali kirim. Kini pasokan menjadi 40 ton. "Pasokan dikurangi, nggak tahu kenapa," kata Ma'sum kemarin.
Akibat pengurangan pasokan itu, PT Giga pun membatasi pasokan elpiji ke agen-agen dan distributor elpiji. Bila sebelumnya ada agen yang bisa mengisi 100 tabung, misalnya, kini dibatasi menjadi 50 tabung.
Takut tak mendapat jatah, para agen dan penyalur elpiji pun rela antre sejak dini hari di stasiun PT Giga. Padahal, biasanya mereka baru antre pukul 7.00 WIB. Akibatnya, pasokan 40 ton elpiji dari Pertamina biasanya langsung habis.
Kemarin, situasi di agen elpiji PT Pelita Gas Nusantara, di Jalan Abdul wahab, Sawangan, tampak sepi. Sekitar 100 tabung elpiji kosong teronggok begitu saja di atas truk pikap.
Seorang staf PT Pelita Gas Nusantara mengatakan, agen yang biasa mengisi 2.000 tabung elpiji itu kini paling banyak mendapat jatah 1.000 tabung. Akibatnya, agen itu pun membatasi pasokan elpiji ke warung dan toko langganan.
Ilham, 45 tahun, penyalur elpiji di Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, juga mengeluhkan pengurangan pasokan itu. Dia mengaku telah menghentikan kiriman elpiji ke warung dan toko pelanggannya. “Pasokan diutamakan untuk rumah tangga," kata Ilham.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Kota Depok, Yahman, sebelumnya mengatakan, selama bulan puasa pasokan elpiji ke Depok turun sekitar 25 persen.
Endang Purwanti





