Polisi Militer Periksa Perampok Uang ATM BCA

Kamis, 09 November 2006 | 20:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penyidik dari Polisi Militer TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut mendatangi Polda Metro Jaya hari ini untuk ikut memeriksa tersangka perampokan uang untuk anjungan tunai mandiri BCA sebesar Rp 2,875 miliar pada 8 Oktober lalu.

Penyidik-penyidik polisi militer datang sejak siang di Polda Metro Jaya. Dua orang dari TNI AD dan tiga lainnya dari Angkatan Laut.

Mereka datang untuk mencocokkan keterangan dari empat tersangka sipil yang ditahan Polda Metro Jaya: Yuliandi Arifin, Endang Safruddin, Anwar Sarifuddin alias Ayib, dan Thabrani Baharuddin, anggota Polres Belitung berpangkat Brigadir Satu. Seorang provost dari Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri juga tampak mengikuti pemeriksaan itu.

Seperti diberitakan, dari enam tersangka yang sudah dibekuk polisi, dua di antaranya masih berdinas di TNI Angkatan Laut. Mereka adalah Prajurit Satu Tony Sastra dan Sersan Satu Armindo yang ditahan di markas TNI AL Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Salah satu buronan, Sulistiyo Erwadi, berpangkat Prajurit Satu, dan tercatat sebagai anggota TNI Angkatan Darat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Carlo Brix Tewu mengatakan pihaknya memang menjalin kerja sama dengan polisi militer. "Saat penggerebekan pun, polisi militer kedua angkatan juga ikut," kata Carlo.

Saat ini polisi masih mengejar tiga tersangka, yaitu Nuryanto, Seno alias Kenthir dan Sulis, anggota Zeni Konstruksi 14 di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sulis juga menjadi buronan TNI Angkatan Darat.

Menurut Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Ajun Komisaris Besar M Fadil Imran, ketiga buronan ini diperkirakan sudah melarikan diri ke luar Pulau Jawa.

IBNU RUSYDI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: