Tersangka Minum Obat Pengurang Rasa Sakit
Senin, 13 November 2006 | 13:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Muhammad Nuh, sempat menenggak obat pengurang rasa sakit dan obat sakit kepala sebelum melakukan aksi bom bunuh diri pada Sabtu pekan lalu, di restoran A&W Plaza Kramat Jati Indah, Jakarta Timur.
Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, tim medis Rumah Sakit Polri, tempat Nuh dirawat, menemukan zat-zat itu dalam kandungan darahnya. "(Nuh) hebat, tapi tidak siap. Dia masih takut mati," kata Ketut Yoga pada pers di Jakarta, Senin (11/11).
"Dia tampaknya terobsesi dengan pemberitaan-pemberitaan (aksi teror)," kata Ketut Yoga. Ketut menyimpulkan itu mengingat aksi peledakan bom rakitan Nuh tidak direncanakan secara profesional, dan memakai bahan-bahan "tradisional" seperti potasium dan serbuk besi, yang masih bisa dikategorikan berdaya ledak rendah. Buktinya, Nuh sendiri tak mengalami luka parah.
Berdasarkan interogasi awal yang dilakukan setelah Nuh bisa diajak berkomunikasi, polisi menyimpulkan aksi pria yang biasa dipanggil Kholid itu tidak ada hubungannya dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush, Jr ke Indonesia pada 20 November nanti. "Tapi, pertanyaan-pertanyaan (terkait indikasi itu) masih akan dikembangkan," ujarnya.
Ibnu Rusydi





