Penghuni Rumah Susun Unjuk Rasa

Kamis, 16 November 2006 | 20:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekitar 80 orang warga Rumah Susun Pulomas, Jakarta Timur, berunjuk rasa damai di Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini. Mereka menggelar puluhan poster bernada protes terhadap rencana renovasi rumah susun dan relokasi warga.

Hari ini digelar sidang perdana perkara perdata warga yang menggugat pengelola, yakni PT. Pulomas Jaya. Pengelola telah mengeluarkan surat edaran pengosongan rumah secara sepihak.

Kebanyakan pengunjuk rasa adalah ibu-ibu rumah tangga. Sebagian adalah pemuda. Mereka memenuhi halaman depan pengadilan.

Mereka tidak berorasi melainkan mengacung-acungkan berbagai poster yang bertuliskan antara lain, "Warga Tolak Renovasi Rusun Pulomas", "Para Hakim dan PT. Pulomas Diharap Taat Hukum". "Pengembang itu arogan, mereka tidak pernah mendiskusikan rencana renovasi dengan warga," kata ibu-ibu itu serentak.

Rumah Susun Pulomas ditempati 589 kepala keluarga. Rencana renovasi mulai terendus sejak Juli 2006 lalu. Warga rupanya tak sepakat soal nilai penggantian atau kompensasi. "Gugatan ini dilayangkan untuk melawan perbuatan pengembang atas pengeluaran surat edaran pengosongan rusun akhir Oktober kemarin," kata Ali (44), salah seorang warga, kepada Tempo.

Menurut dia, permasalahan berawal sekitar tahun 2004 pengelola secara sepihak menaikkan tarif sebesar 10 persen. Sejak saat itu, PT. Pulomas Jaya tidak pernah mendiskusikan apapun dengan warga.

"Kami seolah-olah dianggap sebagai penghuni liar. Saat ini saja PT Pulomas sudah mematikan lampu taman di kawasan rusun, padahal kami selalu bayar sewa," kata Ali dengan kesal.

Sandy Indra Pratama






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: