Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pesangon 4.500 Buruh Spotec Tidak Jelas
Jum'at, 17 November 2006 | 18:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Factory Manajer PT Spotec, Robert Damanik menyatakan belum dapat membayar pesangon 4.500 buruh Spotec karena masih menunggu hasil penjualan asset dan material perusahaan yang tersisa.

"Pembayaran pesangon akan diberikan pada tiga bulan kedepan," kata Robert dihadapan ribuan buruh pabrik yang menunggu hasil pengumuman sejak tadi pagi.

Menurut dia PT Spotec sedang berupaya mencari uang untuk membayar hak normatif karyawan. Dia menambahkan kondisi keuangan perusahaan benar-benar kosong dan tidak ada dana cadangan sedikitpun untuk membayar gaji atau pesangon karyawan.

Robert memperkirakan membutuhkan dana Rp 19 Milyar untuk membayar gaji dan pesangon 4.500 karyawan tetap dan karyawan kontrak perusahaan yang memproduksi sepatu merek Reebok dan Adidas itu.

Menurut dia Adidas group menjamin para buruh tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan hari tua dari Jamsostek. Meski sudah di PHK, karyawan Spotec tetap akan diprioritaskan jika perusahan itu buka kembali. "Saat ini sedang tahap mencari investor," kata Robert.

Namun keputusanan manajemen PT Spotec ini ditolak oleh ribuan buruh. Menurut para buruh, keputusan yang dikeluarkan oleh manajemen itu tidak tegas. "Manajemen tidak menyebut tanggal dan bulan pembayaran pesangon itu. Keputusan itu hanya bersifat untuk meredam gejolak para buruh," kata Agus Santosa, Ketua Umum Persatuan Buruh Pabrik Sepatu, Serikat Pekerja PT Spotec.

Kisruh di PT Spotec terjadi sejak akhir Oktober lalu. Saat itu, perusahaan tiba-tiba meliburkan karyawan dan menutup pabrik sampai waktu yang tak ditentukan. Pabrik yang memproduksi sepatu Adidas dan Reebok ini merupakan bagian dari PT Dong Joe Indonesia yang juga memproduksi sepatu Reebok.

Awal Oktober lalu, PT Dong Joe juga ditinggal kabur oleh Mr Cheon dan Mr Kim Ck, pemilik perusahaan itu ke Korea. Setelah itu, kegiatan produksi dihentikan, karyawan diliburkan dalam waktu yang tidak ditentukan.

Joniansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Buruh Tolak Upah Minimum Jakarta 2007
Pembayaran Gaji Belum Jelas
Korban DDT Demo di Pengadilan
Buruh PT Sanyo Menang
Manajemen Belum Pasti Hadiri Pertemuan Lanjutan
40 Karyawan Adam Air Mogok
Sopir Bus PPD Demo Tuntut Gaji
Metode Rekonstruksi Pangandaran Belum Ditentukan
Lampung Gelar Simulasi Bencana Alam
Ribuan Hektare Sawah di Sumatera Utara Berubah Fungsi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk87920 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data