Beberapa Titik Jalan di Jalur Busway Rusak

Kamis, 23 November 2006 | 01:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Jalan di jalur koridor I rute Blok M – Kota banyak yang rusak. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut. Perbaikan dilakukan sejak pertengahan November dan ditargetkan selesai 20 Desember mendatang.

"Anggarannya sekitar Rp 10 Miliar, dari ABT (Anggaran Belanja Tambahan)," kata Budi Widiantoro, Wakil Kepala Dinas PU ketika dihubungi Tempo via telepon kemarin. Perbaikan jalan itu dikerjakan oleh PT Perkasa.

Pantauan Tempo, kerusakan jalan di sepanjang jalur busway koridor I, terutama banyak di temukan di sekitar halte. Jalan itu tampak berlubang, bergelombang, dan retak-retak.

Kemarin sore, terlihat beberapa pekerja sedang melakukan perbaikan di Jalan Sawah Besar, Jalan Merdeka Barat, Jalan Jenderal MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman.

Di Jalan Merdeka Barat, misalnya, perbaikan jalan di jalur yang mengarah ke Blok M, baru dilakukan di depan istana negara. Badan jalan dikeruk hingga kedalaman sekitar satu meter. Bus Transjakarta terpaksa keluar dari jalur busway, namun mendekati halte, bus Transjakarta kembali masuk di jalurnya.

Budi menyatakan perbaikan jalan itu dilakukan secara bertahap dan lebih banyak dilakukan pada malam hari, karena jalur busway saat itu tidak dipakai. "Selain itu, supaya pada pagi hari bisa dipakai. Karena dengan teknologi, jalan sudah dapat dilintasi setelah 6-8 jam dikerjakan," katanya.

Meski begitu, lanjut Budi, sebagian jalan busway di Jalan Merdeka Barat harus ditutup. Karena kerusakannya parah sehingga harus digali cukup dalam, dan perbaikannya juga memakan waktu cukup lama.

Menurut dia, pada Mei tahun depan, pemerintah bakal memperbaiki jalan di jalur busway Koridor II dan III. "Kerusakannya memang tidak separah di koridor I, jadi anggarannya lebih sedikit," kata Budi.

Indriani Dyah S

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print
Topik :

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan