Pedagang Perang Batu dengan Aparat
Sabtu, 25 November 2006 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan pedagang kaki lima di kawasan terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, terlibat perang batu melawan petugas Satuan Polisi Pamong Praja siang ini. Seorang sopir Mikrolet yang melintas pun terkena lemparan dan menderita luka di kepalanya.
Christian, 17 tahun, sopir Mikrolet 01 yang jadi korban, mengatakan, bentrokan terjadi saat petugas mengobrak-abrik barang dagangan. Pedagang marah karena menilai perbuatan aparat berlebihan. Aparat misalnya mengambil setumpuk majalah milik pedagang.
Menurut Christian, pedagang dan aparat saling lempar batu selama hampir 15 menit. Saat itu lah, dirinya terkena lemparan batu dari arah aparat. ''Saya yakin batu itu milik petugas,'' ujar dia.
Bentrokan baru berhenti setelah aparat kepolisian datang. Polisi memaksa kedua belah pihak mundur. Tapi, susana sekitar terminal tetap mencekam. Sebab, hingga menjelang sore, massa dan aparat belum membubarkan diri.
Tak bisa terima atas luka yang di bagian belakang kepalanya, Christian pun melapor ke Kepolisian Sektor Jatinegara. Pria itu melaporkan petugas Satpol PP yang ia yakini menyebabkan luka di kepalanya. ''Saya laporkan agar Satpol PP tak sewenang-wenang,'' ujar dia.
Sandy Indra Pratama





