Jakarta Butuh 73 Ribu Hewan Kurban
Rabu, 20 Desember 2006 | 19:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Warga Jakarta membutuhkan sedikitnya 73 ribu hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha, 31 Desember mendatang. “Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya, ” kata Edy Setiarto, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kantornya hari ini.
Pada Idul Adha tahun lalu, Dinas memotong sekitar 68 ribu lebih hewan kurban. Untuk mengantisipasi penyakit hewan, pihaknya akan memeriksa hewan kurban yang dijual oleh pedagang di seluruh Jakarta.
"Tapi yang menjadi prioritas adalah pedagang yang menjual hewan kurban di atas 100 ekor," katanya. Menurut dia, jika dalam pemeriksaan itu dinas menemukan hewan berpenyakit ringan, seperti batuk dan sakit mata, penanganannya cukup dengan pengobatan.
“Tapi jika berat, seperti antrax, harus dipisahkan dan dikuasai negara,” kata Edy. Antrax adalah jenis penyakit menular pada hewan . “Kumannya bisa hidup sampai 100 tahun,” kata Edy. Jika manusia mengkonsumsi daging hewan yang terjangkit antrax, kata dia, bisa menyebabkan bentolan hitam di sekujur tubuh. Daerah endemis Antrax terdapat di Jawa Barat, terutama di sekitar Bogor.
Reza M - TNR





