Warga Tangerang Juga Makan Nasi Aking
Kamis, 21 Desember 2006 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Lebih dari 1000 jiwa warga desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang mengkonsumsi nasi kering ( Aking). Kemarau panjang telah mengagalkan panen padi, warga tak mampu membeli beras karena harganya melambung tinggi.
"Sejak bulan puasa, kami makan nasi kering ini, " kata Imi Bin Tajudin, 60 tahun, warga Kampung Gang Tali, RT 07, RW 05, Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, saat ditemui Tempo dirumahnya, hari ini. Kampung itu dihuni sekitar 1000 kepala keluarga.
Nasi kering itu adalah nasi sisa yang tak habis dimakan, lalu dijemur hingga kering. Setelah itu nasi dicuci, lalu dikukus. Campurannya garam dan parutan kelapa. "Tidak membuat kenyang malah bikin sakit perut," kata janda tiga anak ini yang ditemui Tempo sedang memasak nasi itu sambil menyuapi cucunya.
Nasi yang dimakan itu berwarna coklat dan berair. Sejak harga beras mahal, Imi mengaku tak mampu membeli beras. Dia memilih membeli nasi kering yang harganya lebih murah, hanya Rp 600 per liter. "Sebenarnya ini makanan bebek, tapi mau bagaimana lagi," ujarnya.
Joniansyah





Komentar Anda :