Keluarga Korban Keluhkan Maskapai
Selasa, 02 Januari 2007 | 13:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Keluarga korban jatuhnya pesawat Adam Air, mengeluhkan sikap perusahaan tersebut yang tidak proaktif memberikan informasi tentang nasib dan situasi para korban pesawat Boeing 737-400 yang terjatuh di Sulawesi Barat kemarin sore.
Menurut keluarga korban dari malam hingga siang ini pihak Adam Air tidak memperbaharui informasi. “Justru kepastian itu kami dapat dari media massa yang terus-terusan melansir berita ini,” kata Viktor, anak dari dokter Politanico, salah seorang penumpang pesawat Adam Air yang sampai saat ini belum diketahui nasibnya.
Menurut Viktor yang ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, ayahnya terbang ke Surabaya menuju Manado untuk menjenguk anaknya yang sedang menyelesaikan pasca sarjana di Universitas Airlangga Surabaya.
Keluarga korban yang akan diterbangkan ke Makasar, satu persatu mulai dikumpulkan di ruang tunggu Adam Air, di Terminal 1-C Bandara Soekarno-Hatta. Ketatnya pengamanan puluhan petugas keamanan Adam Air, membuat para keluarga sulit ditemui. Sikap pengamanan ini dinilai berlebihan oleh calon penumpang.
Direktur Marketing Adam Air, Pring Saputra mengatakan bahwa pengamanan tidak berlebihan dan hal itu sudah biasa dilakukan pada hari normal.
Pring menambahkan bahwa sampai siang ini mereka telah menerbangkan sepuluh keluarga korban dan awak pesawat Adam Air. Sebanyak 78 anggota keluarga lainnya akan diterbangkan ke Makasar dari Surabaya, hari ini pukul 14.00 WIB.
Joniansyah





