10 Stasiun Kereta Segera Bebas Penumpang Gelap

Rabu, 10 Januari 2007 | 02:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sepanjang 2006, PT Kereta Api Indonesia mengklaim rugi Rp 44 miliar akibat penumpang gelap di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mulai tahun ini, perusahaan milik negara itu pun akan memburu para penumpang gelap tersebut.

"Kerugian mencapai 20 persen dari total pendapatan Rp 220 miliar," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi 1 Jabotabek Ahmad Sujadi kemarin.

Angka Rp 44 miliar, menurut Sujadi, dihitung dari jumlah penumpang gelap rata-rata 5.000 orang per hari. Adapun total penumpang kereta di Jabodetabek per hari sekitar 15 ribu orang. "Jadi kerugiannya besar sekali," ujarnya.

Untuk mengurangi penumpang gelap, Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api akan membangun berbagai fasilitas pencegahan, seperti tembok beton, pintu masuk tunggal, pengaktifan peron, dan pengadaan tiket elektronik.

Sebagai langkah awal, fasilitas itu akan dibangun di sepuluh stasiun. Enam stasiun di rute Tanah Abang-Serpong, yang meliputi Stasiun Serpong, Rawabuntu, Sudimara, Kebayoran, Pondok Ranji, dan Palmerah. Adapun empat stasiun berikutnya ada di rute Manggarai-Bogor, meliputi Stasiun Kalibata, Pasar Minggu, Tebet, dan Manggarai.

Pengerjaan fasilitas itu akan bermula pada awal 2007. Di rute Tanah Abang-Serpong, pengerjaan fasilitas akan diawasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen Perhubungan. Sementara itu, pengawasan fasilitas di rute Manggarai-Bogor akan dilakukan PT Kereta Api. "Biayanya juga nanti dipisahkan," kata Sujadi.

Biaya pembangunan fasilitas di jalur Tanah Abang-Serpong berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Adapun rute Manggarai-Bogor biayanya dari PT Kereta Api.

Dana pembangunan untuk setiap stasiun Rp 700-900 juta.
Pemisahan pengawasan kerja itu dilakukan, kata Sujadi, karena di rute Tanah Abang-Serpong terdapat proyek rel ganda di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan. Adapun rute Manggarai-Bogor menjadi prioritas karena jadi tempat pelanggan terbanyak dibanding rute lainnya.

Pada akhir 2007, menurut Sujadi, fasilitas serupa akan dibangun di semua stasiun di sekitar Jabodetabek, termasuk jalur Cikampek, Merak, Bogor, hingga Sukabumi.

ZAKY ALMUBAROK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: