Kakek Penjaga Gelanggang Perkosa Bocah Pemulung

Kamis, 08 Februari 2007 | 14:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ana Lemba, 61 tahun, sudah sepuh. Anaknya delapan, cucunya 15 orang. Tapi kakek itu tega mencabuli Upik – nama samaran - pemulung cilik berusia enam tahun. Aksinya sebanyak dua kali itu mengantarkan dia mendekam di tahanan polisi. "Saya biasa nonton film porno," kata pria asal Ende, Flores, itu, di Kepolisian Resort Jakarta Utara, Kamis (8/2).

Lemba sudah lebih 20 tahun bekerja sebagai penjaga Gelanggang Remaja Jakarta Utara, yang berdiri di samping gedung wali kotamadya. Sebagai penjaga gedung, bergaji Rp 350 ribu, dia diberi sebuah kamar untuk tidur, walau juga masih mengontrak di Jalan Swasembada Barat 10, RT 7 RW 13, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sabtu (3/2) malam lalu, Lemba sempat menonton pentas seni di gelanggang. Kakek itu bertemu Upik, pemulung cilik yang tengah mencari gelas plastik air kemasan. Lemba mengobrol dengan Upik, yang dikenalnya sejak bayi. Saat itulah terbersit pikiran cabulnya. Bermodal uang Rp 10 ribu, bocah kelas satu sekolah dasar itu takluk dalam pelukan si kakek.
Ibnu Rusydi

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: