Penyelam Sisir Sampah Banjir
Sabtu, 10 Februari 2007 | 23:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok terpaksa mengerahkan enam penyelam untuk mengorek sampah sisa banjir menumpuk di gorong-gorong Kali Lagoa. Ada empat gorong-gorong yang mengalirkan air ke laut di kawasan pelabuhan. "Tiga lainnya penuh sampah," kata juru bicara PT Pelindo II cabang Tanjung Priok, Hambar Wiyadi, Jumat (9/2) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sampah-sampah itu tak mampu terjaring saringan sampah di ujung gorong-gorong, bawah Jalan Jampea. Diameter masing-masing gorong-gorong yang ada tak jauh dari pintu keluar Jakarta International Container Terminal itu sekitar empat meter. Tinggi air sekitar setengahnya.
Para penyelam dari Asia Diving itu khusus disewa Pelabuhan untuk mengambil sampah. Untuk mengeruk sampah di air berwarna hitam, para penyelam dibekali pengeruk. "Mereka sudah tiga hari bekerja siang malam, dibekali lampu khusus," kata Hambar.
Jenis sampah yang terkumpul adalah sisa kebutuhan rumah tangga. Banyak plastik, kayu-kayu serta kemasan air mineral dan sampah kecil lainnya yang tak tertahan penyaring di gorong-gorong. Kalau dibiarkan, bisa menumpuk di area pelabuhan
IBNU RUSYDI





