Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pedagang Bentrok dengan Aparat
Jum'at, 16 Pebruari 2007 | 06:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Sekitar 80 pedagang pasar tradisional Pondok Gede bentrok dengan aparat Pemerintah Daerah Kota Bekasi kemarin. Pemerintah setempat membongkar kios di pasar itu karena pasar akan direvitalisi.

Rencana revitalisasi pasar menuai penolakan dari pedagang. Restu Mariat, koordinator aksi para pedagang itu, revitalisasi itu masih dibahas di DPRD. "Kenapa pemerintah membongkar paksa kios kami?" katanya.

Menurut Restu, bentrok tak perlu terjadi, kalau pemerintah menerima tuntutan pedagang, yakni kejelasan kompensasi hak guna pakai kios lama yang berakhir pada 2014, penempatan lokasi kios sesuai dengan kesepakatan pedagang, dan penawaran harga kios baru.

"Pedagang, akan ikut aturan pemerintah bila tuntutan terpenuhi," ujar Restu.

Bentrokan terjadi setelah 350 anggota pasukan gabungan Polisi Resor Metropolitan Bekasi dan Satuan Polisi Pamong Praja diturunkan ke pasar untuk membongkar kios. Para pedagang yang sudah mendengar kabar kios mereka akan dibongkar, sejak pukul 09.30 WIB, sudah membuat pagar betis di pintu masuk pasar.

Suasana memanas pada pukul 11.30 WIB. Satu buldoser bergerak ke arah pasar, ratusan petugas merangsek ke pedagang. Aksi saling dorong tak terelakkan antara mereka. Perang batu pun terjadi. Akibatnya, tiga orang dari pedagang, polisi, dan Satuan Polisi Pamong Praja luka di kepala.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Toto Rohimat, pemerintah sudah tiga kali gagal memindahkan pedagang ke penampungan sementara, yang berjarak 100 meter dari pasar tersebut. Para pedagang enggan pindah karena khawatir harus membayar kios dengan harga lebih mahal.

Kepala Bagian Pendataan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Bekasi Ferry mengatakan sambil menunggu keputusan pemerintah, pihaknya tetap akan memindahkan mereka dan membongkar kios-kios itu.

Ketegangan masih terasa hingga kemarin malam. Meski jumlah pedagang sudah berangsur surut, di antara mereka masih ada yang bertahan di pasar untuk menginap. Ratusan petugas masih berjaga-jaga di luar pasar.

SISWANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Puluhan Rumah Dibongkar
Lapak PKL Asemka Dibongkar
Penertiban Rumah Dinas Angkatan Udara Ricuh
Bangunan Liar Disekitar Bandar Udara Dibongkar

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk93397 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur
Dua Pedagang ABG ke Malaysia Diciduk
Pengunjung Tempat Wisata Membludak, Lalu Lintas Macet
GELIAT SANG JAWARA

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data