Sampah di Pasar Pondok Gede Dibersihkan
Sabtu, 17 Februari 2007 | 16:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Setelah terjadi bentrok antara pedagang di Pasar Pondok Gede dengan tim gabungan, Kamis lalu, tim gabungan yang terdiri dari TNI, aparat Polres Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan petugas Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) kembali datang ke pasar itu. Hari ini mereka datang untuk membersihkan sampah di Pasar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Kepala DPP Kota Bekasi, Toto Rochimat mengatakan acara bersih-bersih itu murni bakti sosial. Dia membantah tudingan aksi bersih-bersih itu merupakan kedok untuk mengintimidasi ratusan pedagang menolak dipindahkan ke tempat penampungan sementara (TPS), yang lokasinya hanya 100 meter dari pasar tersebut.
“Kami melakukan bakti sosial kebersihan untuk menyongsong piala Adipura. Kebersihan pasar yang terjaga nilainya tinggi,” kata Toto Rochimat.
Dalam aksi bersih- bersih itu, sebanyak 500 personel gabungan mengumpulkan sampah pasar yang sudah dikumpulkan oleh pedagang. Sampah itu diangkut oleh enam unit truk sampah.
Para pedagang hanya melihat aksi bersih-bersih itu dari lantai satu dan dua di pasar itu. Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pondok Gede, Maman Kasman, mengatakan pemerintah telah menggunakan berbagai cara untuk menekan para pedagang agar mau dipindahkan ke TPS.
Antara lain, sejak Februari 2006, DPP tidak mau lagi mengangkut sampah dan tidak menjamin keamanan pasar. Karena itu pedagang mengumpulkan iuran Rp 3.000 per hari untuk sampah dan keamanan. "Persoalan sampah sudah bisa diatasi," kata Maman Kasman.
Seperti diberitakan sebelumnya Pemkot Bekasi berencana merevitalisasi pasar sejak tahun 2003, namun gagal karena pedagang menolak dipindah ke TPS.
Siswanto





