Puting Beliung Landa Jakarta
Jum'at, 02 Maret 2007 | 01:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Angin kencang disertai gerimis melanda Jakarta dan Depok siang kemarin. Angin itu menumbangkan puluhan pohon yang mengakibatkan seorang ibu muda tewas dan seorang pria terluka. Sejumlah mobil pun rusak berat.
Seorang ibu bernama Erna Yulita, 26 tahun, tewas tertimpa pohon tumbang di depan Gedung Gudang Garam di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat itu dia sedang tawar menawar ojek menuju kantornya di komplek pertokoan Cempaka Mas.
Sekitar pukul 09.30 WIB angin berhembus kencang dan berputar-putar. Tiba-tiba dahan sebatang pohon angsana rubuh dan menimpa kepala Erna. Dahan berdiameter 30 sentimeter itu juga merusak beberapa sepeda motor tukang ojek yang parkir di sana.
Erna yang baru melahirkan 40 hari yang lalu itu terluka parah di bagian kepala belakangnya. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Jaya di Cempaka Putih, namun nyawanya tak tertolong. “Kata dokter Erna gegar otak berat,” kata Sahroni, paman korban.
Angin juga menumbangkan beberapa batang pohon di Jalan Ahmad Yani, Menteng, Jalan Jaksa, Jalan Agus Salim, dan Jalan Mangga.
Di Jakarta Selatan, angin menumbangkan pohon angsana di Jalan Pangeran Antasari dan menimpa Candra Gunadi, 49 tahun, saat melintas dengan mobil Daihatsu Feroza. Kejadian itu berlangsung pada pukul 14.00 WIB.
Warga Bintaro itu terluka di kepala, tangan, dan dada sehingga harus dirawat di Rumah Sakit SOS Medika yang terletak 100 meter dari lokasi kejadian. Pohon tumbang juga menyebabkan lalu lintas dari Lebak Bulus menuju Blok M macet total.
Sebatang pohon angsana juga tumbang di Pesanggrahan dan merusak tiga rumah di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Selatan. Pohon tumbang juga terjadi di Ragunan, Pancoran, dan Lenteng Agung.
Di Jakarta Timur belasan pohon tumbang di sepuluh lokasi. Kepala Seksi Jalur Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Abu Sirajuddin, mengatakan pohon bertumbangan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Sentra Primer, Hutan Kota (Pondok Kelapa), Penggilingan, Jalan D.I. Panjaitan, Matraman, dan Kavling DKI Jakarta di Pondok Kelapa.
Di Depok angin juga menumbangkan sebuah pohon angsana di Jalan Proklamasi. Sebuah mobil sedan yang sedang melintas tertimpa dahan pohon dan rusak ringan.
Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan angin kencang itu berasal dari awan Comulunimbus (CB) hasil penguapan lokal. "Dari jam 10.00 WIB sudah terlihat tanda-tanda munculnya awan ini," kata Kukuh Ribudiyanto, juru bicara badan itu, kepada Tempo kemarin.
Awan Comulunimbus, kata Kukuh, menggumpal seperti kapas lalu berubah menjadi bentuk bunga kol dan menghitam dengan cepat dengan ketinggian 7000 meter. Setelah itu terasa hawa dingin. "Bila melihat fenomena ini, langsung saja menghindar," katanya.
Pencitraan satelit yang ditangkap badan itu menyatakan awan itu bergerak dari barat daya menuju timur laut dengan kecepatan 20 knot atau 37 kilometer per jam.
Fenomena angin ini, kata Kukuh, akan terus berlangsung sampai masa peralihan musim hujan ke musim kemarau tiba, yakni sekitar bulan April.
RAFLI | MARLINA | ENDANG PURWANTI | SOFIAN | MUSTAFA MOSES
Topik :






Komentar Anda :