Waspadai Awan Hitam
Jum'at, 02 Maret 2007 | 16:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Badan Meteorologi dan Geofisika menghimbau warga Jakarta untuk mewaspadai awan hitam karena berpotensi menimbulkan angin puting beliung. Kepala Bidang Informasi Meteorologi Endro Santoso mengatakan angin puting beliung timbul dari awan cumulus nimbus (CB).
Awan itu tergolong awan rendah, berwarna hitam, berbentuk menjulang dan tebal. "Jika mendapati awan seperti itu, jangan tidur," kata Endro di Jakarta hari ini.
Pasalnya, kekuatan angin puting beliung, lanjut Endro, mampu menumbangkan pohon dan mengangkat atap rumah. "Padahal angin itu cuma sebentar sekitar tiga sampai enam menit," ujar Endro. Kedatangannya pun tidak dapat diprediksi karena bersifat lokal.
Selama musim hujan, peluang terjadinya angin puting beliung di Jakarta tetap ada. BMG menyatakan musim baru berganti sebulan ke depan, yaitu pertengahan April. Itu pun hanya untuk belahan Utara Jakarta. "Sementara bagian Selatan, seperti daerah Cibubur dan Pasar Minggu, musim hujan baru berakhir di bulan Mei," kata Endro.
REZA MAULANA





