Akibat Air Mati, Penghuni Rusun Demo

Selasa, 13 Maret 2007 | 13:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 500 penghuni rumah susun Dakota, Avron, dan Boeing di Bandar Kemayoran Jakarta Pusat mendemo pengelola karena air ledeng tidak lagi mengalir selama dua pekan. "Kami dirugikan karena terus ditagih walau air mati," kata Mochamad Taruna Aji, kordinator Forum Komunikasi Masyarakat Penghuni Rumah Susun Dakota kepada wartawan siang tadi, Senin (13/3).

Aksi itu mayoritas diikuti ibu-ibu. Mereka berhanduk dan baju daster itu berjalan kaki ke kantor pengelola sejauh satu kilometer. Warga membawa spanduk dibentangkan di tengah jalan. Aksi pukul 10.00 WIB itu berlangsung dua jam dan mendapat perhatian warga.

Warga demo karena merasa tidak pernah telat membayar tagihan ke pengelola karena takut didenda 15 ribu perbulan. Ami, 30 tahun, satu penghuni mengeluh, setiap hari terpaksa membeli air eceran seharga Rp 50 ribu. "Kami sulit mandi dan mencuci," katanya bernada tinggi.

Badan Pengelola Komplek Kemayoran menjelaskan selama ini ada selisih tagihan yang diminta Themes Pam Jaya, perusahaan air penyuplai rumah susun. Perusahaan itu menganggap ada tarif khusus bagi rumah susun. Padahal, pengelola tidak pernah sekalipun menunggak bayar. "Tiba-tiba Pam Jaya memutus aliran air," kata Direktur Pengawasan Aset dan Penertiban badan itu, Afriansyah Nur.

Nur berjanji menuntaskan negoisasi dengan Pam Jaya hari ini. Sementara ini, pengelola akan menyalurkan 14 tanki air gratis kepada warga.

Mustafa Moses






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: