Ribuan Kendaraan Terjebak di Puncak
Selasa, 20 Maret 2007 | 01:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ribuan kendaraan terjebak di kawasan Puncak, Bogor, pada akhir pekan lalu dan Hari Raya Nyepi, kemarin. Antrean kendaraan mencapai 15 kilometer. Polisi menerapkan sistem buka tutup jalur setiap dua jam.
Kepala Satuan Lalulintas Ajun Komisaris Didi Chamansyah, mengatakan sebelumnya sistem buka tutup jalur itu dilakukan setiap 4 jam sekali. "Tapi banyak pengendara yang protes karena menunggu terlalu lama, sekarang kami buat dua jam sekali," ujarnya.
Didi memperkirakan sejak Jumat malam sampai Senin kemarin, ada sekitar 75 ribu kendaraan yang melintas di kawasan Puncak. Akibatnya terjadi kemaceten di beberapa titik. Hujan membuat arus lalulintas semakin tersendat. "Kemacetan bertambah ketika rombongan konvoi sepeda motor seenaknya mengambil jalur kanan," ujar Didi.
Pantauan Tempo di kawasan Puncak, kemacetan terjadi sejak tiga hari lalu, Puncak kemacetan terjadi pada hari Sabtu (17/3). Ribuan kendaraan tampak antre mulai dari pertigaaan Gadog sampai pertigaan Taman Safari. Pada hari Minggu kemacetan terjadi sejak pagi hari, antrean ribuan kendaraan terjadi mulai dari pertigaan Gadog.
Di sepanjang jalur menuju kawasan Puncak, sedikitnya ada 8 titik rawan macet. Yaitu, di pertigaan Gadog yang merupakan jalur masuk ke kawasan Puncak melalui jalan tol maupun Perempatan Ciawi, pertigaan Gunung Geulis,Cipayung, di depan Super Bazar, di tanjakan Leuwimalang, pertigaan Megamendung, Pasar Cisarua, dan pertigaan Taman Safari.
Tersendatnya arus lalu lintas dari kawasan Ciawi disebabkan antrean panjang menuju kawasan Puncak sehingga kendaraan dari arah Ciawi terhambat. Dari arah Cipanas, Cianjur menuju Bogor, kendaraan terhambat di Puncak Pass, Mesjid At- Tawun, Pintu gerbang Gunung Mas, dan terminal Tugu Utara.
"Laju kendaraan rata-rata 5 sampai 10 kilometer per jam," ujar Tarwono, seorang pengendara mobil. Saat itu dia menempuh 2,5 jam untuk perjalanan dari pertigaan Megamendung menuju Gadog, padahal biasanya hanya 20 menit.
Di kawasan Gadog, Cipayung, Megamendung, dan Cisarua, Tempo melihat ratusan kendaraan memilih jalur alternatif melalui Desa Bendungan. Namun polisi membatasi kendaraan masuk ke jalur alternatif itu, karena daerah itu rawan longsor.
DEFFAN PURNAMA





