Bocah SD Diculik Bekas Sopirnya

Jum'at, 23 Maret 2007 | 00:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang bocah siswa Sekolah Dasar diculik kemarin siang. Korban yang bernama Adrians Anton Laisina itu adalah siswa kelas IV SD Don Bosco II Jalan Pulomas Barat V, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Korban adalah putra Farley Lasina, pengacara yang beristri seorang pengusaha, yang beralamat di Jalan Serdang Baru XII, Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi menduga penculik adalah Heri, bekas supir di rumah Farley, dan istrinya, bekas pengasuh anak di sana.

Polisi menyatakan penculik menjemput Adrians dari sekolahnya pada Rabu pukul 12.30 WIB. Padahal saat itu jam belajar baru berakhir pukul 13.15 WIB. Keduanya meminta izin kepada pihak sekolah. Korban yang sudah kenal dengan pasangan suami istri itu tak merasa curiga sedikitpun.

Sohirin, seorang pedagang yang mangkal di depan sekolah mengaku sempat melihat pelaku pergi membawa Adrians dengan menumpang taksi. Tapi dia tak memperhatikan jenis taksi yang ditumpangi pelaku.

Penculikan itu mulai terendus saat sopir Farley menjemput Adrians di sekolah. Satpam lalu mengabari bahwa anak majikannya sudah pulang. “Saat itu ia belum nampak kuatir Anton diculik," kata seorang satpam.

Namun setelah sang sopir menghubungi rumah korban, ternyata tak ada seorang pun yang tahu siapa yang menjemput Adrians.

Penculikan pun terungkap pada pukul 15.30 WIB saat pelaku menghubungi orang tua Adrians. Mereka meminta tebusan Rp 300 juta. Pada malam harinya keluarga korban melaporkan penculikan itu ke Kepolisian Sektor Pulogadung.

Bambang, seorang satpam di SD Don Bosco mengatakan polisi telah memeriksa empat saksi yakni seorang tukang parkir, satpam Century Bank yang ada di sekolah, satpam sekolah, dan wali kelas Adrians.

Kemarin pihak sekolah memperketat pengamanan dan tak mengizinkan siswa yang belum dijemput keluar dari areal sekolah. Bahkan mereka pun tak mengizinkan wartawan masuk ke sekolah tersebut. “Pihak sekolah tidak mau diganggu,” kata seorang dari satpam.

Kasus ini ditangani Polsek Pulogadung dan Kepolisian Resor Jakarta Timur. Kepala Polsek Pulogadung, Komisaris Suharyanto, mengatakan mereka masih mengejar penculik. Namun dia tak mau memberi keterangan lebih lanjut. “Nantilah kalau sudah tertangkap. Kalau diekspos, kami khawatir orangnya kabur," ujarnya.

Seorang kerabat korban menduga motifnya adalah soal ekonomi. “Dia memang orang ekonomi lemah," kata sang kerabat yang tak mau disebutkan namanya itu kepada Tempo kemarin sore.

Di kediaman Farley kemarin telah berkumpul kerabat-kerabat korban. Namun kebanyakan mereka menutup mulut kepada wartawan. Mereka khawatir komentar-komentar dari keluarga akan membuat pelaku kalap dan melukai bahkan membunuh Adrians.

Pada rabu malam mereka mengadakan peribadatan untuk mendoakan keselamatan Adrians. "Kami hanya ingin keponakan kami selamat," kata kerabat korban yang lain.

SOFIAN | MUSTAFA MOSES

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: