Listrik di Pulau Seribu Pakai Sistem 'Prabayar'
Sabtu, 24 Maret 2007 | 00:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Manajer Umum PT PLN (Persero) Wilayah Jakarta-Tangerang Fachmi Muchtar mengatakan pelanggan listrik di Kepulauan Seribu akan menggunakan sistem "prabayar". Sebanyak 20 ribu warga akan mendapat pasokan listrik.
"Dengan sistem itu, pelanggan membayar sejumlah uang di muka, lalu kredit akan berkurang sesuai pemakaian listrik," kata Fachmi dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah Kepulauan Seribu dan PLN untuk penanaman kabel bawah laut guna mengalirkan listrik ke Kepulauan Seribu.
Menurut Fachmi, sistem itu seperti membeli pulsa telepon seluler dan menggunakan meteran khusus. Pengerjaan sistem tersebut akan dilakukan konsultan asing dan tim dari Institut Teknologi Bandung.
Bupati Kepulauan Seribu Djoko Ramadhan mengatakan pembangunan jaringan listrik akan dimulai dengan dua tahap. Tahap pertama, kabel ditarik dari instalasi di Teluk Naga (Tangerang) ke Pulau Untung Jawa.
Di Pulau Untung Jawa dibangun pula gardu sentral. Dari pulau itu, kabel diteruskan ke Pulau Lancang, Pulau Payung, dan Pulau Tidung. Kabel yang dipakai adalah kabel tanpa sambungan yang ditanam di bawah laut. Panjang kabel tersebut 41,8 kilometer. "Proyek itu akan selesai akhir tahun ini," ujar Djoko.
Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Sunggu Anwar Aritonang menyatakan Pemerintah Provinsi DKI menanggung semua anggaran senilai Rp 223 miliar untuk pembangunan jaringan listrik itu.
Perincian biaya tersebut adalah Rp 114 miliar untuk pembangunan tahap pertama dan Rp 109 miliar untuk tahap kedua pada 2008, dengan penanaman kabel sepanjang 33 kilometer.
REZA MAULANA | IRMAWATI





