43 Kelurahan di Kota Bogor Positif Flu Burung

Kamis, 26 April 2007 | 18:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


Hasil Pendataan Dinas Agribisnis Kota Bogor, sejak tahun 2006 sampai April 2007, menyebutkan 43 kelurahan positif pernah ditemukan kasus flu burung. "Semua unggas yang diteliti di kelurahan tersebut terkena virus H5NI," kata Kepala Bidang Usaha Peternakan pada Dinas Agribisnis Kota Bogor, Dokter Hewan Herlin Krisnaningsih, hari ini.

Menurut dia, kasus flu burung, pertama kali ditemukan di daerah Cilibende, kelurahan Babakan, lalu berkembang ke daerah lain. Data awal tahun 2007 hingga kini, baru ditemukan ada dua kelurahan yang unggasnya diduga kena flu burung, yakni kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, dan kelurahan Ciluar, Bogor Utara. Di kedua tempat itu, pemerintah sudah mengantisipasinya dengan memusnahkan unggas.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Informasi, Asep Firdaus, Dinas Agribisnis Kota Bogor termasuk instansi yang cepat tanggap dalam menindaklanjuti kasus flu burung, seperti menyediakn Rafid Test di setiap kelurahan yang terkena kasus flu burung. “Dinas Agribisnis telah mencanangkan program vaksinasi gratis setiap empat bulan sekali di seluruh wilayah kota Bogor," ujarnya.

Warga dapat menghubungi kelurahan setempat untuk mendapatkan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaanya. Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dan hewan peliharaannya. “Saya mengingatkan warga bisa memvaksinasi unggasnya pada jadwal yang ditentukan ke Dinas Agribisnis,” jelas Asep.

Rencananya Pemerintah Kota Bogor menargetkan adanya restrukturisasi perunggasan. Semua tempat pemotongan hewan direlokasi di tempat pemotongan hewan resmi di daerah Bubulak, Bogor. Adapun rumah potong hewan di Jalan Pemuda dinilai tidak layak lagi karena berada di tengah perkampungan warga.

Deffan Purnama

TOPIK






Komentar Anda

Kirim