Mogok Sopir Angkutan di Bekasi Berlanjut
Kamis, 03 Mei 2007 | 12:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mogok para sopir angkutan umum di Kota Bekasi berlanjut hingga hari ini. Kepolisian Resor Bekasi menyiapkan bus untuk mengangkut para penumpang yang telantar tanpa dipungut biaya.
Angkutan yang masuk mogok ada lima trayek. Diantaranya, Koasi K 02 B dan K 02 (Cileungsi-Pondok Gede), K02 A (Bumi Mutiara-Pondok Gede), K 40 (Kampung Rambutan-Pasar Rebo), K 461 (Universitas Krisen Indonesia-Pasar Rebo) dan K 37 (Klender-Jatisari).
Gepeng, sopir angkutan Koasi K 02 menyatakan para sopir sepakat tidak akan mengangkut penumpang sampai ada tanda-tanda pemerintah daerah memenuhi janjinya untuk memperbaiki jalan berlubang itu. "Di pertemuan kemarin janjinya akan meratakan jalan dulu sebelum diperbaiki," kata Gepeng. "Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tandanya."
Menurut Surat, sopir lainnya, mereka lebih baik rugi karena tidak narik angkutan beberapa hari, daripada onderdil kendaraan mereka rusak akibat jalan rusak.
Meski Polres Bekasi menyediakan bus, banyak penumpang yang tidak kebagian. Seperti yang dialaminya Johanes, pelajar SMA Negeri 2 Kota Bekasi yang terpaksa naik ojek. Dia harus membayar Rp 30 ribu pulang pergi dari rumah ke sekolahnya, padahal biasanya dia mengeluarkan ongkos Rp 4000.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 500 sopir angkutan umum mogok. Mereka menuntut Pemerintah Kota Bekasi memperbaiki Jalan Pekayon – Pondok Gede yang rusak parah. Jalan sepanjang 12 kilometer itu penuh dengan lubang.
Siswanto




Komentar Anda :