Cegah Kaki Gajah, Warga Bogor Diberi Obat Cacing

Senin, 07 Mei 2007 | 15:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Untuk mencegah penyakit filariasis atau kaki gajah, 900 ribu lebih warga Bogor akan diberi obat cacing secara gratis. “Pemberian obat itu terkait juga karena Bogor telah menjadi daerah endemis penyakit kaki gajah. Jumlah penderitanya telah mencapai 3,5 persen," kata Indra Rusli, Asisten Sosial ekonomi, Pemerintah Kota Bogor seusai membuka Pelatihan Pelaksana Eliminasi Filariasis di Gedung Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, hari ini.

Menurut dia, standar WHO mengenai daerah endemis adalah jika jumlah penderitanya lebih dari satu persen. Saat ini jumlah penderita kaki gajah di Bogor ada 20 orang, 7 diantaranya pasien baru.

Untuk mencegah penyakit menular itu, kata Indra, pihaknya menyediakan satu juta butir tablet cacing. "Pembagian obat itu akan dilaksanakan 8 Juni mendatang,” kata Indra. Mereka yang diberi obat cacing adalah warga yang berusia mulai dari 2 sampai 65 tahun, kecuali ibu hamil, menyusui, dan penyakit-penyakit tertentu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantas Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Bogor, dokter Eddy Dharma untuk mendukung kegiatan itu disiapkan 68 dokter, 826 supervisor yang akan membina 3.267 kader tenaga pelaksana eliminasi, dan 1000 posko pengobatan.

Obat yang akan dibagian antara lain, Diethyl Earbamazine Citrate (DEC) untuk membunuh cacing filariasis, Albendazole untuk membasmi cacing perut, paracetamol untuk mengobati efek samping. Dosis obat DEC akan diberikan sesuai dengan umur setiap orang.

Penyakit filariasis disebabkan oleh cacing filaris yang hidup dan berkembang biak dalam kelenjar limpe dan di dalam darah. Penyakit ini bersifat menahun. Bila tidak segera diobati dapat menimbulkan cacat permanen. Cara penularannya melalui gigitan nyamuk yang telah menghisap darah orang yang menderita kaki gajah.

Deffan Purnama

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: