Komunitas Kebudayaan Bekasi Dibentuk
Selasa, 08 Mei 2007 | 12:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Komunitas kebudayaan di Kota Bekasi dibentuk hari ini di Bekasi. Komunitas itu sebagai tempat berkumpulnya pemerhati seni dan budayawan untuk mengapresiasikan kreativitas seni di Bekasi.
Penggagas komunitas itu terdiri atas Ali Anwar (sejarawan Bekasi), Komarudin Ibnu Mikam (penulis novel), Tulus Wijanarko (penulis puisi), Nur Hidayat (penulis skenario film), Nazarudin (pecinta alam), Engkus Prihatin (pengusaha).
Menurut Nur Hidayat, sulit menemukan tempat-tempat pelatihan kreativitas seni, seperti belajar menulis. Komunitas ini akan menjawab kebutuhan itu. "Ke depan, di komunitas ini akan ada pelatihan menulis skenario, cerpen, dan novel," kata Nur Hidayat di Saung, One Center Forum Info Komunikasi dan Mediasi Alumni SMA Negeri 1, Kampung Bambu, Kota Bekasi.
Tulus menambahkan, komunitas ini di masa mendatang akan menjadi tempat bertemunya kalangan pecinta seni dan budaya dari mana saja. Dia memberi contoh komunitas Utan Kayu, Jakarta yang sudah ada lebih dulu.
Ali Anwar mengatakan, komunitas ini bukan untuk bersaing dengan Dewan Kesenian Kota Bekasi yang sudah ada. Selain karena pecinta seni dan budaya membutuhkan wadah yang serius dan kreatif.
Siswanto





