Sutiyoso Ajak Warga Meruya Menolak Eksekusi PT Portanigra
Rabu, 09 Mei 2007 | 06:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyerukan kepada warga Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, agar jangan mau tanahnya dieksekusi PT Portanigra.
"Kalian harus berani menolak jika akan dieksekusi, meskipun dibayar hingga satu miliar. Kita harus kompak," ujar Sutiyoso dalam pertemuan dengan warga Meruya Selatan di Atrium Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, tadi malam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari dua ribu warga. Sebelumnya Sutiyoso juga mengatakan bahwa i, sebagai pemimpin tertinggi di Jakarta akan melakukan penangguhan eksekusi yang sudah diputuskan Mahkamah Agung.
"Saya sudah dihubungi kapolda agar jangan pernah takut untuk melakukan penangguhan," ujarnya yang disambut dengan tepuk tangan warga.
Sutiyoso mengaku tidak tahu banyak tentang PT Portanigra.
"Bahkan tanah kavling DKI Jakarta yang termasuk dalam areal eksekusi tidak pernah berhubungan dengan PT Portanigra," ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah PT Portanigra dikabulkan permohonannya atas eksekusi 44 hektare oleh Mahkamah Agung. Namun, rencana eksekusi ditentang warga karena merasa tidak pernah menjual dan mereka masih mengantongi sertifikat hak milik tanahnya.
Sorta Tobing





