Kekerasan di Filipina Jelang Pemilu Masih Berlanjut

Rabu, 09 Mei 2007 | 13:41 WIB

TEMPO Interaktif, Manila: Lingkaran kekerasan berdarah di Filipina menjelang pemilu pekan depan makin parah. Angka korban tewas kini mendekati 100 orang seiring kelompok pria bersenjata membunuh seorang pejabat desa dan pria lainnya dalam serangan terpisah di provinsi bagian utara.

Hari ini, Kepala Superintendent Ismael Rafanan menyebut beberapa pria dengan mengendarai sepeda motor memembak mati seorang pemimpin desa Alex Mempin, yang merupkan pendukung seorang kandidat lokal. Kejadiannya semalam di kota San Isidro, provinsi Nueva Ecija.

Beberapa jam kemduian, Ernesto Macario, sopir tokoh kandidat, juga terbunuh di sebuah lumbung padi di kota Quezon. Polisi sempat baku tembak dengan penyerang, tapi gagal menangkapnya.

Nueva Ecija adalah provinsi 120 kilometer utara Manila. Salah satu dari sejumlah pedesaan yang rawan keamanannya menjelang pemilu kongresional dan lokal pada 14 Mei mendatang.

Sejauh ini pihak polisi mencatat 99 orang tewas dan 102 lainnya terluka dalam 139 insiden kekerasan terkait kampanye dan proses pemilu. AP/dwi arjanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: