Dua Pemulung Babak Belur Dihajar Massa
Jum'at, 18 Mei 2007 | 15:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dua orang pemulung babak belur dihajar massa karena kedapatan mencuri dompet milik warga di Kampung Rawa Buntu, Tangerang tadi pagi. Dua pemuda bernama Aay dan Iful itu mengalami luka berat dan nyaris tewas.
Peristiwa bermula ketika dua pemuda berusia 22 tahun itu makan di warung milik Hajah Marsiah, 54 tahun, pukul 09.00 pagi. Setelah melayani Aay dan Iful, Marsiah ke belakang untuk mencuci piring. Saat itu hanya ada dua pemuda itu yang makan di warungnya.
Ketika kedua pemulung itu selesai makan, Marsiah meminta bayaran Rp 4000. Iful memberikan uang satu lembar Rp 10.000 kepada Marsiah. Saat hendak memberikan uang kembalian, Marsih kaget karena dompet yang disimpan di dalam laci hilang.
Uang kembalian belum diterima, kedua pemuda itu buru-buru meninggalkan warungnya. Marsiah curiga lalu berteriak maling kepada dua orang itu. Tetangganya mengejar dua pemuda itu. Begitu tertangkap, keduanya di geledah. Namun dompet tak ditemukan.
Saat gerobaknya digeledah, di dalam karung yang disimpan di gerobok milik pemulung itu ditemukan dompet Marsiah. Setelah mengecek isi dompetnya Marsiah mengaku isi dompetnya telah berkurang Rp 10.000. "Sebelumnya isi Rp 80 ribu, kok sekarang jadi Rp 70 ribu. Berarti dia bayar pakai uang saya yang Rp 10 ribu," ujarnya.
Setelah mendengar pengakuan Marsiah, warga menghajar dua pemulung itu tanpa ampun. Beruntung polisi datang, keduanya diamankan di Polsek Serpong.
Joniansyah





