DPR Minta Warga Berdamai Dengan Porta Nigra

Kamis, 07 Juni 2007 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:


DPR mendesak agar warga Meruya menerima tawaran damai yang diajukan Porta Nigra. Tawaran itu disampaikan dalam pertemuan DPR dengan warga Meruya dan Pemkot Jakarta Barat kemarin malam.

“DPR terus mendesak agar warga berdamai, padahal warga memilih proses hukum, ” kata Rakhmat Mulyadi, juru bicara Wali Kota Jakarta Barat di kantornya, hari ini.

Menurut dia, dalam pertemuan yang dihadiri oleh Direktur Porta Nigra Benny Purwanto dan pengacaranya Yan Juanda, DPR sempat mengingatkan konsekuensi hukum yang harus ditanggung warga jika kalah akan lebih besar.

PT Porta Nigara menawarkan negosiasi bagi warga yang tanahnya akan dieksekusi. “Mereka menawarkan memberi pengganti untuk 15 tanah yang akan dieksekusi tapi jumlahnya jauh di bawah NJOP,” kata Rakhmat. Menanggapi usulan ini, warga menolak keras.

Rakhmat mengaku tidak mengerti dengan alasan DPR yang terus mendorong warga agar berdamai. Dia mencurigai Porta Nigra melakukan kecurangan dalam mempengaruhi sikap DPR.

Kartika Candra






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: