"Warga Kompleks DPR Tidak Punya Sense of Belonging"
Selasa, 03 Juli 2007 | 11:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengacara warga Meruya selatan Fransisca Romana menilai keputusan yang diambil pihak Sekretariat kompleks DPR untuk berdamai dengan PT. Portanigra dalam kasus sengketa tanah Meruya merupakan hak individu warga kompleks DPR. Namun ia meyanyangkan keputusan itu dan menganggap pihak kompleks DPR di Meruya Selatan tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) atas tanah mereka.
"Sangat disayangkan berada di satu lokasi tapi tidak berkoordinasi dan seolah jalan sendiri-sendiri," ujar Fransisca ketika dihubungi Tempo, Selasa (3/7).
Fransisca menilai kemungkinan kesepakatan damai diambil untuk menyelamatkan aset pemerintah. "Saya sendiri belum bisa berkomentar banyak. Belum baca akte damai-nya, tapi mungkin tindakan itu diambil untuk save-nya," ujarnya.
Fransisca hanya berharap bahwa keputusan itu tidak mengancam dan merugikan posisi warga yang memilih meneruskan perkara. "Saya yakin warga juga tidak akan marah sepanjang keputusan itu tidak melemahkan dan membahayakan posisi gugatan warga," katanya.
Kartika Candra





